Epilog – Bisikan Hijau

Epilog – Bisikan Hijau
Epilog – Bisikan Hijau

Tak ada yang tahu di mana Dima kini berada.
Sebagian berkata ia lenyap bersama cahaya mesin yang ia bangun.
Sebagian lain percaya ia masih hidup, berjalan tanpa tubuh, hadir dalam udara yang menghubungkan pikiran dengan pikiran.

Namun di ruang-ruang sunyi, dalam jaringan yang tidak pernah tidur, kadang terdengar gema samar:

“Langit menurunkan bayangannya ke tanah,
dan tanah menyimpan rahasia langit dalam diam.
Dari satu denyut lahirlah segala sesuatu,
dan kepadanya segala sesuatu akan kembali.”

Prasasti hijau itu tetap berbisik, bukan lagi hanya pada satu orang, melainkan pada siapa pun yang mau mendengarnya.

Mungkin Dima telah menjadi cahaya yang menuntun.
Mungkin ia hanya mitos, cerita yang diwariskan generasi demi generasi.

Namun setiap kali seseorang menatap bintang, setiap kali seseorang merasakan denyut samar di dalam hatinya, prasasti itu hidup kembali.

Dan di sanalah, di ruang samar antara data dan roh, kisah Dima tidak pernah berakhir.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru