Mengapa Masyarakat Adalah Kunci? Sebuah desa wisata tidak akan hidup hanya dengan pemandangan yang indah, fasilitas yang mewah, atau promosi yang gencar. Semua itu hanya akan menjadi latar, tanpa cerita. Justru yang membuat desa wisata bernyawa adalah masyarakatnya — orang-orang yang tinggal, merawat, dan menyambut pengunjung dengan hangat.
Menurut laporan UNWTO (2022), desa wisata dengan tingkat partisipasi masyarakat tinggi mampu meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 40% lebih banyak dibandingkan desa yang hanya mengandalkan pihak luar untuk mengelola. Ini membuktikan bahwa keberhasilan desa wisata selalu berpulang pada keterlibatan masyarakat lokal.
Narasi dari Desa Kersik
Mari kita bayangkan sebuah pagi di Desa Kersik. Matahari baru saja naik, menyinari Pantai Biru yang tenang. Di sana terlihat Pak Fulan, yang dengan penuh semangat mempersiapkan homestay-nya untuk tamu yang datang. Di sudut lain, Bu Fulan menyiapkan kuliner khas desa kersik yang siap dijual di warung kecil di tepi pantai. Dan tidak jauh dari situ, anak-anak muda dengan ramah menawarkan jasa sebagai pemandu.
Cerita-cerita kecil seperti ini terjadi setiap hari. Mereka bukan hanya menyambut tamu, tetapi juga memperkenalkan budaya, menjaga kebersihan lingkungan, merawat fasilitas umum, hingga menghidupkan tradisi-tradisi lokal. Setiap tindakan mereka, betapapun kecil, membentuk kesan besar bagi para pengunjung.
Data: Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat?
1. Pelaku Ekonomi
Masyarakat bisa memanfaatkan kunjungan wisatawan untuk menciptakan peluang ekonomi, seperti:
- Membuka homestay atau warung makan.
- Menjual kerajinan tangan, hasil kebun, atau kuliner lokal.
- Menyewakan peralatan wisata (fasilitas cemping, snorkeling, sepeda, dll).
Di Desa Pentingsari (Yogyakarta), misalnya, 75% warga terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi desa wisata, sehingga pendapatan rata-rata keluarga naik hampir dua kali lipat.
2. Pelestari Budaya dan Lingkungan
Masyarakat adalah penjaga warisan budaya dan alam desa mereka. Upacara adat, permainan rakyat, cerita-cerita leluhur hanya bisa hidup jika masyarakat setempat mempertahankannya.
Di Desa Penglipuran (Bali), seluruh warga bekerja sama menjaga kebersihan dan adat istiadat desa, sehingga dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
3. Penyedia Pengalaman
Wisatawan kini mencari pengalaman autentik, bukan hanya pemandangan. Warga bisa mengajak tamu belajar menangkap ikan atau mancing, belajar memasak, atau ikut serta dalam kegiatan desa lainnya. Ini membuat wisatawan merasa benar-benar menjadi bagian dari kehidupan desa.
Mengapa Ini Penting untuk Desa Kersik?
Desa Kersik memiliki potensi luar biasa: pantai indah, mangrove yang asri, hasil laut yang melimpah, dan masyarakat yang ramah. Namun, potensi ini tidak akan optimal tanpa peran aktif masyarakat.
Ketika masyarakat Kersik merasa memiliki dan bangga dengan desanya, mereka tidak hanya menjaga kelestariannya tetapi juga menciptakan daya tarik yang unik dan berkesan bagi wisatawan. Sebaliknya, jika masyarakat pasif, desa wisata hanya akan menjadi “destinasi foto” tanpa cerita dan tanpa pengalaman yang membekas.
Peran masyarakat dalam desa wisata bukan hanya penting — tetapi mutlak diperlukan. Masyarakat adalah wajah dari desa wisata itu sendiri.
“Desa yang hebat bukan karena indah alamnya, tetapi karena hebat orang-orangnya.”
Sebagai warga Desa Kersik, mari kita terus belajar, bekerja sama, dan berinovasi. Jadikan desa ini bukan sekadar tempat yang dikunjungi, tetapi rumah kedua bagi siapa pun yang datang. Karena pada akhirnya, bukan hanya pemandangan yang diingat wisatawan, tetapi juga keramahan, kehangatan, dan cerita dari orang-orang yang mereka temui.